recent posts



Jika Anda ingin men-download trailer ini (tanpa tambahan apapun di browser Anda) silakan klik di sini.

Kamis, 22 September 2011

Organisasi Konsumen Kesehatan Jiwa di Daerah

Saya berkunjung ke Komunitas Sehat Jiwa, Cianjur, pada tanggal 10-12 September 2011 yang lalu. Dan yang perlu saya sampaikan adalah penghargaan dan kekaguman saya yang setinggi-tingginya pada kerja keras mereka yang berupaya keras mewujudkan masyarakat yang sehat jiwa. Di tengah tidak adanya dana operasional, dan bahkan untuk hanya sekadar makan siang, para aktivis kesehatan jiwa di sana berkeliling mengunjungi orang-orang dengan masalah kejiwaan dan menyalurkan obat, yang merupakan hal yang vital bagi pemulihan mereka. Tak lupa, dalam setiap kunjungannya, para aktivis itu, berbicara dari hati ke hati, bahwa kesembuhan adalah hal yang sangat mungkin; dan bahwa mengalami gangguan jiwa bukan berarti hidup telah berakhir. Feri, kawan Pak Nurhamid, dengan motornya seringkali harus menempuh perjalanan 110 km untuk menunaikan tugasnya itu. Sehingga bolak-balik ia menempuh perjalanan 220 km dalam sehari!

Tak ada sama sekali keluhan keluar dari wajah Pak Nurhamid dan kawannya itu, walaupun mereka minimal harus menembus sukarnya perjalanan, minimal mereka mennunaikan tugasnya 5 hari dalam seminggu, dan tiap harinya harus pulang menjelang tengah malam. Kiranya pujian saja tidak cukup untuk menghargai jasa mereka, kita doakan semoga mereka diganjar surga karena mereka telah berusaha membuat Taman Surgawi bagi para orang dengan masalah kejiwaan di Cianjur. Amin.

Jakarta Biennale dan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia

 

Pulang (Haryati Chaerudin)

Tahun ini, event Hari Kesehatan Jiwa Sedunia agak berbeda dari biasanya, karena Perhimpunan Jiwa Sehat (PJS) dengan Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI), sebagai dua organisasi konsumen terdepan yang memperjuangkan orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) menjalin kerjasama dengan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Adapun event yang diusung adalah Apresiasi Seni Rupa Orang dengan Masalah Kejiwaan; dengan 3 (tiga) kegiatan utama yang dipusatkan pada Hari Minggu, 16 Oktober 2011 di Taman Ismail Marzuki (TIM).

Kegiatan pertama adalah melukis bersama di kanvas sepanjang 150 meter di Plaza Teater Kecil TIM, yang akan diikuti oleh ODMK dari berbagai institusi, termasuk perwakilan dari berbagai rumah sakit, Yayasan Autisme Indonesia, dan ODMK dari berbagai panti di seputaran Jakarta. Kegiatan kedua yaitu pameran hasil workshop melukis oleh ODMK anggota PJS dan KPSI (workshopnya telah berlangsung sejak bulan Juni 2011). Pameran lukisan akan berlangsung sejak tanggal 16 hingga tanggal 28 Oktober. Juga tidak menutup kemungkinan juga akan mengikutsertakan lukisan-lukisan yang telah dibuat oleh ODMK yang mengikuti Program Rehabilitasi Mental di RS Soeharto Heerdjan, Grogol, Jakarta.

Kegiatan ketiga adalah diskusi seni, yang terbagi menjadi dua:
1. Diskusi “Seni dan Gangguan Kejiwaan (Art and Madness)” dengan pembicara Nova Riyanti Yusuf dan Paul Agusta.
2. Diskusi “Kota dan Gangguan Kejiwaan” dengan para pembicara Marco Kusumawijaya dan dr. Hervita diatri, SpKJ(K).

Oh, ya. Jakarta Biennale tahun ini mengambil tema “Jakarta Maximum City: Escape or Survive?.”

Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi anta_samsara@yahoo.co.id (PJS) atau info@kpsi.org (KPSI).