recent posts



Jika Anda ingin men-download trailer ini (tanpa tambahan apapun di browser Anda) silakan klik di sini.

Selasa, 02 Maret 2010

Testimoni Orang dengan Skizofrenia



Don't be shy.. Don't deny.. Don't delay

Schizophrenia is Treatable

Oleh Hady Sucarsa

(HP 0882 1031 3763)

Orang dengan Skizofrenia berikut adalah anggota Perhimpunan Jiwa sehat yang memberikan kesaksiannya tentang skizofrenia yang dialaminya.


Hai…semua, aku Hady, tahun 2010 ini tepat lima tahun sudah aku berjuang, berhadapan, bercengkrama bahkan bersahabat dengan skizofrenia. Terkadang memang letih akan tetapi aku sadar yang namanya hidup pasti berubah. Sehingga setelah sesaat aku harus menghadapi gangguan skizofrenia ini aku berusaha untuk melapangkan dada dan menerima semua ini dengan ikhlas. Awalnya aku malu dengan kondisiku saat itu, ketika itu aku mulai menarik diri dari lingkungan dan teman-temanku, selama bertahun-tahun aku tidak pernah lagi bersosialisasi, bahkan menjadi asosial merupakan bagian dari kehidupanku saat itu. 

Ketika itu juga semua hal yang menyenangkan berubah drastis menjadi penderitaan, duniaku dan hidupku seperti jungkir balik semua terasa berat dan berbeda bahkan aku hampir tak bisa mengenali siapa aku. Ketika itu emosiku menjadi datar aku merasa kehilangan ekspresi dan karakterku, pikiranku seperti kosong akan tetapi sangat ruwet, dan ketika itu juga di saat aku melihat hal-hal yang lucu, yang menyenangkan, aku tidak tersenyum apa lagi tertawa bahkan ketika aku melihat hal-hal yang menyayat hati aku tidak merasa sedih apalagi menangis. Aku seperti tidak memiliki kepekaan emosi dan perasaan.

Ketika itu hampir setiap hari aku seperti banyak masalah tetapi aku tidak bisa mengungkapkannya, ketika itu juga aku jadi lebih sensitif dari sebelumnya aku merasa semua orang tidak mencintaiku lagi, bahkan selalu terlintas di fikiranku kalau mereka benci padaku. Sepertinya setiap hari aku hanya begelut dengan penderitaan yang amat dahsyat, aku merasa sangat terbebani saat itu. Ketika itu memilih mati adalah pilihan paling mudah untukku, akan tetapi itu tidak kulakukan karena yang aku tahu setelah datang badai, matahari kan bersinar lagi, pelangi kan tersenyum lagi dan burung-burung pasti kan berkicau lagi. Dan ketika itu, waktu demi waktu, hari demi hari bahkan di setiap saat aku menunggu hari indah itu.

Dan sekarang hari yang aku tunggu-tunggu pada akhirnya datang menyapaku. Aku merasa dunia kembali berada di genggamanku. Sejak dari awal sakit hingga saat ini aku mendapatkan pengobatan yang tepat dan aku meminum obat secara rutin dan karena itu keadaanku sekarang sudah cukup stabil dan jauh lebih baik dari sebelumnya, bahkan hampir semua gejala-gejala skizofrenia yang timbul saat itu seperti gejala positif yang ditandai dengan waham dan halusinasi ataupun gejala negatif yang ditandai dengan penumpulan perasaan atau menarik diri dari lingkungan, sudah tidak pernah aku rasakan lagi. Dan semua itu bisa terjadi karena sewaktu aku mengalami satu episode skizofrenia aku langsung mendapatkan pengobatan yang tepat, beruntung katika itu keluargaku sangat paham dengan keadaanku sehingga aku langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pengobatan, walaupun akhirnya aku harus rela dirawat di rumah sakit jiwa selama empat hari. Dan sekarang aku masih meminum obat dengan dosis yang sangat kecil yaitu obat risperidone 0,5 miligram, sekali dalam sehari.

Sekarang dengan seiring membaiknya keadaanku, aku mulai terbiasa berintegrasi dengan lingkungan dan masyarakat. Dan yang terpenting aku kembali memperoleh penerimaan dari keluarga dan teman-temanku. Dan saat ini aku sangat yakin dengan dukungan penuh dari keluarga, lingkungan, masyarakat dan orang-orang terdekat dapat mempercepat proses pemulihan. Sekarang aku sangat senang dapat bersosialisasi lagi karena dengan itu aku bisa bertemu teman-teman baru dan bisa saling berbagi dan aku juga bisa merasakan kembali hangatnya berkumpul dengan keluarga. Dan aku juga yakin, bagi kami ODS (Orang dengan Skizofrenia) bersosialisasi merupakan salah satu terapi yang baik dalam pemulihan.

Saat ini kegiatanku, aku bergabung adalam komunitas kesehatan jiwa yang bernama PJS (Perhimpunan Jiwa Sehat). Aku sangat senang sekali bergabung dengan PJS, karena aku bisa bertemu teman-teman baru, teman-teman seperjuangan dalam manghadapi skizofrenia, dan dengan sesama penderita dan sesama keluarga kami bisa saling berbagi. Bahkan dengan senang hati aku mengunjungi teman-teman ODS untuk memberikan dukungan dan motivasi. Aku sadar dengan bergabung dengan PJS sedikit demi sedikit karakterku mulai terbangun dan sekarang aku mulai bisa mengenali diriku sendiri dan selalu berusaha untuk menjadi diri sendiri.

Selain bergabung dengan PJS, kegiatanku yang lain aku sekarang sedang membangun usaha kecil-kecilan. Aku bersama kawan-kawan ODS sedang membangun unit usaha dari organisasi itu, tepatnya di Utan Kayu Selatan, Jakarta Timur.

Harapan terbesarku pada semua agar tidak ada lagi stigma yang buruk terhadap orang dengan masalah kejiwaan. Karena dengan pengobatan yang tepat skizofrenia dapat di atasi.

5 komentar:

Umar Khaerudin, A.KS mengatakan...

Mas Hadi...
1. Teruslah berkarya dan syukuri apapun hasilnya.
2. Tetap tanamkan semangat lebih untuk hidup lebih bermakna...
3. Semoga sukses selalu

bloggyBoi mengatakan...

Hi.. nice blog..
gud luck for all schizophrenic survivors..

azizah suli mengatakan...

salaam kenal :)
tertarik banget sama blognya,,nice blog :)
perkenalkan saya mahasiswa psikologi UGM dan sedang mempelajari masalah skozofren,,
this blog helps so much thank you :)

bolehkah saya mengutip kasus skizofren yang ada disini sebagai bahan diskusi kelas??

terimakasih sebelumnya,,
sukses selalu :D

OCA^^ mengatakan...

mudah-mudahan kedua kk kandung saya yang kena skizofrenia bisa semangat seperti anda.. :)

Unknown mengatakan...

Adik sy jg termasuk yg kurang beruntung dg penderitaannya. Selama hampir 6 thn berjuang. Dua kali kambuh & selama itu sdh hampir berubah total pribadinya. Sy kehilangan adik sy, walaupun wujud ya ada. Dua bulan lalu adik sy berpulang dg segala sesak di batin saya. Yg sy heran, selama skixofrenia mmg dia gejalanya spt umumnya skizofrenia. Tp dlm dia berpakaian normal, berhijab. Cm tingkah laku nya MasyaAllah asing sekali. Apa mmg pengidap spt itu?